Monday, 23 May 2011

perlunya sabar mengharungi perjalanan hidup.



 Ya ghaffur, syukurku ke hadratmu ya Allah..yang mencukupi nikmat dalam hidup ini. Nikmat iman, kesihatan dan nikmat dalam menikmati kesenangan di alam ini.  Setiap detik dalam saban hari saban tahun.. aku dapat lihat dengan jelas pokok tumbuh menghijau bumi sambil memuji kebesaranMu. Hujan membasahi alam yang mencurahi rahmatMu ke atas hamba-hambaMu ini. Engkau hadirkan angin sebagai berita gembira.. adakalanya sebagai peringatan dengan hadirnya ribut taufan dari angin yang  damai. Engkau ciptakan ketenangan hati ku ini dengan pemandangan laut yang membuat aku mengingatkan tentang zat dan kekuasaanMu ke atas bumi ini. Desiran ombak yang menghanyutkan aku dalam layanan zikrullah. Butiran pasir yang mengenangkan aku akan dosaku. Adakah ia seperti pasir pasir ini? Mampukah aku menjadi seperti wali Allah, Sufyan Athauri yang menghitung dosa dosanya.? Walaupun aku seorang akauntan takkan termampu untuk membilang dosa bak butiran pasir ini. Walaupun aku seorang saintis yang bisa mengetahui semua molecules yang ada. Segala penghitungan dosa dan pahalaku hanya padaMu.
Sungguh tak ku nafikan untuk menggapai kemanisan iman itu memerlukan kesabaran dan kesungguhan untuk memerangi nafsu yang semakin memburu. Tetapi janji Allah dalam surah Al-Baqarah ;
‘sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar’

Bukankah kesabaran itu indah? Sabar itu iman dan juga taqwa. Ingatkah kita dengan kata-kata nabi Yakub, ;
‘maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku’
(QS,YUSUF [12])

 Kenapa perlunya sabar dalam menghadapi dugaan? Kerana ia merubah hati menjadi tenang ,jiwa terasa lapang, membawa kita hamba yang khilaf menerima segala dugaan yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi . Setiap insan yang beriman itu akan diuji. Allah menimpakan musibah bukan tandanya Dia menyeksa  hambaNya. Sedangkan Allah menguji keimanan dan kesabaran seseorang hambaNya. Semoga kita di bawah teduhan kasih sayangnNya . 
segala idea tercetus dalam diam. heeee. syukran.

No comments:

Post a Comment