Tuesday, 27 September 2011

masih menunggu

Wahai angin kau bertiup tanpa henti menurut perintah Maha pencipta, patuh kau padaNya. tiada halangan bagimu meskipun hujan turun bertan-tan kebumi melengkapkan lagi kejadian alam ini. sungguh serasi kau bersamanya. taktala panas matahari bagai menjilat kulit manusia, kau bertiup sekilas lalu.. merasa kesejukkan nipis darimu..melegakan dari hamburan teriknya mentari.  itulah rutinmu.. diseluruh pelusuk bumi, keberadaanmu menenangkan waktu panas yang hadir, keberadaanmu juga terlampau menyejukkan zahir ini.
Namun itulah kau wahai angin yang bertebaran di atas bumi ini..


Aku disini masih menanti, merindui sebuah talian cinta..masih mencari 'teman ukhwah fillah' 'teman uhibbuki fillah'. menanti teman yang juga mencintai dan benar-benar mencintai Allah dihatinya, bukan hanya dimulutnya. jika benar dia mencintai Allah.. makin bertambah cintaku terhadapNya. mencari teman bersuka mudah sekali namun mencari teman benar mencintai Illahi payah berkali-kali.


aku disini menanti teman ,
yang bersama menyibukkan diri dengan urusan hati dan iman disamping memenuhi fitrah manusia,menguruskan urusan dunia dengan penuh berhati-hati agar tidak melewati batasan agama..


aku juga menanti teman ,
yang menegakkan sunnah Rasul kita, bukan sekadar memperingatkan untuk diri ini tapi bersama-sama melaksanakan sunnah baginda..tanpa rasa malu dengan umat manusia kerana di akhir zaman ini urusan agama dipandang sepi dan dipandang jumud. Allahurabbi..


aku juga menanti teman ,
yang kuat taktala diri ini lemah mengharungi dunia.. dimanakah dia? yang bakal menceritakan aku tentang kuatnya wali Allah melalui dugaan yang Allah beri lebih menduga iman dari apa yang aku lalui..


aku sering mohon padaNya agar mengurniakan aku teman yang menjadikan Al-quran tempat penenang jiwa, mengalunkan ayatullah dengan penuh rasa aliran ketenangan dalam jiwa..
yang menjauhi perkara yang tidak membawa faedah pada dirinya, yang tidak melalaikannya dengan ayat cinta manusia yang dusta, yang patuh pada kedua ibu bapanya dan sentiasa mensyukuri ni'mat yang dikurniakan oleh Allah kepada dirinya.


aku menanti teman
yang menjadi jabatan akhirat melalui Jalan Keimanan yang tiada persimpangan akidah islamiyah yang tiada lencongan ke lorong-lorong kesesatan walaupun Jalan Keiman itu ada duri namun Allah sentiasa berada di hadapan membantuku untuk terus berjalan di atas Jalan keimanan dan temanku ini terus membawaku berjumpa denganNya dengan masih ada iman taqwa dan cinta kepadaNya..


aku menanti teman,
yang mengajak ku ke arah kebaikkan menjauhi kemungkaran,
merindui cinta hakiki menjamin kebahagiaan yang dicari
mengajak pula mencari cinta mujahid sefikrah dambaan bidadari syurga.
juga menjadi dambaan wanita solehah..
saat pacaran menjadi budaya
dia mengajakku menjauhi cinta manusia yang terdorong oleh nafsu
yang bakal meracuni khayalan manusia
yang merosakkan iman di hati


ya Rabbku
Inilah kerinduan ku..
andai tidak didunia dia, ketemukan dia dgnku dia disyurga.
Allahumma inna nasaluka ridhoka wal jannah..

No comments:

Post a Comment